EFEKTIVITAS SOLUTION FOCUSED BRIEF COACHING UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEKERJA DI PT. MUTIARA SRI RENGGANIS
Kata Kunci:
Kesejahteraan Pekerja, Employee Well-Being, Work Well BeingAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memetakan gambaran umum tingkat kesejahteraan pekerja (Employee Well-Being) di PT Mutiara Sri Rengganis secara komprehensif, meliputi dimensi life well-being, work well-being, dan psychological well-being. Pemetaan ini krusial untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan intervensi dalam upaya mempertahankan produktivitas dan retensi karyawan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Pengambilan data dilakukan terhadap sejumlah karyawan PT Mutiara Sri Rengganis sebagai sampel. Instrumen yang digunakan adalah Employee Well-Being Scale (EWBS), yang mengukur kesejahteraan berdasarkan model multidimensional. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif (rata-rata, persentase, dan kategorisasi) untuk menentukan posisi umum tingkat kesejahteraan pekerja di perusahaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan pekerja secara keseluruhan berada pada kategori 'Sedang' (Moderate). Secara spesifik, temuan utama menunjukkan bahwa dimensi Work Well-Being memiliki skor rata-rata terendah, mengindikasikan adanya tantangan signifikan yang dihadapi karyawan terkait beban kerja, tekanan target, dan kurangnya keseimbangan kehidupan-kerja. Sementara itu, dimensi Life Well-Being dan Psychological Well-Being menunjukkan skor yang relatif lebih baik, namun masih rentan terhadap pengaruh buruk dari tekanan kerja. Rekomendasi dari penelitian ini adalah PT Mutiara Sri Rengganis direkomendasikan untuk segera mengembangkan dan mengimplementasikan program intervensi yang spesifik menargetkan Work Well-Being, seperti program manajemen stres, sesi coaching singkat untuk pengembangan sumber daya diri, atau kebijakan yang mendukung fleksibilitas kerja. Perusahaan juga perlu melakukan evaluasi ulang terhadap alokasi beban kerja dan target untuk memastikan kesesuaian dengan kapasitas karyawan, guna mencegah risiko burnout dan meningkatkan kesejahteraan jangka panjang.




