EVALUASI ALAT UKUR IDENTITAS SOSIAL PADA PERANTAU BERASAL DARI DESA KE KOTA

Penulis

  • Astuti Usman Universitas Negeri Gorontalo
  • Indah Khairunnisa Pakaya Universitas Negeri Gorontalo
  • Dwi Naisha Ridwan Universitas Negeri Gorontalo
  • Eka Iriany Rahmania Universitas Negeri Gorontalo

Kata Kunci:

Identitas Sosial, Psikometri, Validitas, Reliabilitas, Social Identity Scale

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur validitas konstruk dan reliabilitas Social Identity Scale (SIS) pada populasi perantau dari desa ke kota berusia 18-25 tahun di Indonesia. Melalui pendekatan psikometrik, penelitian ini mengkaji  sejauh mana SIS dapat mengukur identitas sosial secara akurat berdasarkan tiga dimensi. Data dikumpulkan dari 203 responden dengan menggunakan metode pengumpulan data secara daring menggunakan Google Forms. Instrumen penelitian ini memanfaatkan SIS versi Indonesia yang terdiri dari 18 item menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan melalui teknik Confirmatory Factor Analysis (CFA). Selain itu, dilakukan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha dengan kriteria α ≥ 0,70.Temuan penelitian memperlihatkan bahwa SIS menunjukkan konsistensi internal yang baik (α = 0,789). Meski begitu, hasil analisis CFA menunjukkan kesesuaian model yang dikategorikan sebagai not fit , sehingga struktur tiga faktor SIS masih memerlukan perbaikan yang lebih lanjut untuk populasi perantau. Item-item unfavorable menunjukkan performa muatan yang kurang memadai, menandakan potensi permasalahan dalam proses adaptasi budaya atau kesalahan penafsiran responden. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa meskipun SIS ini menunjukkan potensi sebagai instrumen yang layak, masih memerlukan penyempurnaan item-item unfavorable untuk meningkatkan validitas konstruk dalam pengukuran identitas sosial perantau desa ke kota di Indonesia.

This study aims to measure the construct validity and reliability of the Social Identity Scale (SIS) in a population of rural-urban migrants aged 18-25 years in Indonesia. Through a psychometric approach, this study examines the extent to which the SIS can accurately measure social identity based on three dimensions. Data were collected from 203 respondents using an online data collection method using Google Forms. This research instrument utilized the Indonesian version of the SIS, consisting of 18 items using a Likert scale. Data analysis was conducted using the Confirmatory Factor Analysis (CFA) technique. In addition, a reliability test was conducted using Cronbach's Alpha with the criteria of α ≥ 0.70. The research findings showed that the SIS demonstrated good internal consistency (α = 0.789). However, the results of the CFA analysis indicated a model fit categorized as not fit, so the three-factor structure of the SIS still requires further improvement for the migrant population. Unfavorable items showed inadequate load performance, indicating potential problems in the cultural adaptation process or misinterpretation by respondents. Based on these findings, this study concludes that although the SIS demonstrates potential as a viable instrument, it still requires refinement of unfavorable items to increase construct validity in measuring the social identity of rural-to-urban migrants in Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31